Kebisuan Di Pecatu / Source: 1001wisata.com

Gegap gempita Jakarta sering membuat orang muak dan mual. Saban hari kemacetan jadi pemandangan biasa. Waze pun tidak banyak membantu. Mau naik transportasi umum, harus berkorban kenyamanan.

Kalau satu bus atau berada dalam gerbong Commuter Line yang penumpangnya berpendidikan, berarti Anda sedang beruntung. Penumpang ceroboh yang bisa ditemui dalam transportasi umum, justru lebih banyak lagi. Ini yang bikin perjalanan tidak nyaman. Semangat bekerja pun sedikit demi sedikit terkikis.

Suasana hati ikut memburuk karena kedengkian pada perjalanan Jakarta. Bos dan klien pun menjelma jadi makhluk paling dimusuhi. Kalau sudah begini, berarti Anda perlu mulai mencari hotel murah di Bali. Terbangkan kepala mengepul Anda ke silir-semilirnya angin segar Uluwatu.

Setelah puas membayangkan cantiknya panorama di sekitar Uluwatu, ambil kalender dan tentukan tanggal cuti. Anda harus taktis memilih hari untuk memesan hotel murah di Bali. Semakin taktis memilih waktu, semakin besar pula kesempatan Anda mendapatkan harga terbaik dan menikmati pesona Uluwatu.

Kebisuan di Pecatu

Ingatlah bahwa cuti Anda ke Uluwatu, bukan untuk menemukan kebisingan yang serupa Jakarta. Temukanlah keistimewaan Uluwatu yang kelak menyejukkan suasana hati Anda. Lupakan pantai bersampah atau bar-bar beraneka bahasa. Ini saatnya Anda menemukan kesederhanaan Pulau Dewata.

Pilihan cerdas jika Anda memutuskan berkunjung ke Pura Sad Kahyangan, Pura Uluwatu. Tidak ada lokasi yang lebih baik lagi untuk sejenak berdamai dengan dunia, selain pura pinggir laut. Pesonanya seakan mengantarkan Anda untuk mengucap syukur kepada Ilahi. Sebuah tuntunan yang bisu, tapi tersampaikan begitu saja ke relung hati.

Kisah Pura Uluwatu memang kisah teladan tentang tercapainya sebuah kedamaian jiwa. Kisah itu dimulai pada abad ke 16, persisnya sekitar tahun 1546. Saat itu, seorang pedanda bernama Dang Hyang Nirartha, datang ke Bukit Pecatu untuk mendirikan sebuah pura di atas batu karang setinggi 150 meter dari permukaan laut.

Sang pedanda lalu pergi untuk melakukan perjalanan spiritual. Tujuannya adalah menemukan kedamaian jiwa dari berbagai tempat di Pulau Bali. Pura Uluwatu kemudian jadi saksi bisu Dang Hyang Nirartha dalam mencapai kedamaian jiwa. Di pura ini, beliau melepaskan marcapada (keduniawian) demi mencapai swargaloka.

Keistimewaan Pura Uluwatu

Tari Kecak Pura Uluwatu. Source: Cheap and Amazing Tour in Bali

Sekarang, Anda dapat menapaktilasi kisah Dang Hyang Nirartha itu dengan berkunjung ke Desa Pecatu. Desa ini merupakan kawasan perbukitan yang batu-batu karangnya berkapur. Meskipun bukan sumber mata air dan sangat mengandalkan air hujan, masyarakat desa meyakini bak air suci di dalam pura akan selalu terisi air, bahkan di musim kering.

Keistimewaan pura, yang terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini, juga dapat dilihat dari letak tempat sembahyangnya. Selama ini, pemerhati kebudayaan Bali mengungkapkan bahwa mayoritas pura di sana menghadap ke arah utara dan timur. Pengecualian mereka hanya berlaku untuk Pura Uluwatu. Di pura ini, arah sembahyang menghadap ke barat daya.

Kearifan lokal, yang menjadi tuntunan bersikap tersebut, terasa kurang lengkap bila dituturkan secara lisan saja. Oleh karena itu, pengelola pariwisata Pura Uluwatu juga menyuguhkan Anda pertunjukan Tari Kecak. Pertunjukan ini tentu akan melengkapi kunjungan Anda untuk mendapatkan nilai-nilai kesederhanaan yang mendalam.

Tari Kecak di Pura Uluwatu dapat Anda nikmati melalui konsep panggung terbuka. Konsep ini tidak lepas dari upaya meningkatkan kepuasan pengunjung. Dengan panggung luar yang terbuka, pengunjung diberikan kesempatan menikmati pentas tari persis di bawah hamparan langit dan bintang. Bisa begini, enggak, di Jakarta?

Mewujudkan Kedamaian

Sunset Pura Uluwatu / Source: Driver & Tours Guide di Bali

Sebagai informasi tambahan, aturlah waktu kunjungan Anda ke Pura Uluwatu sebaik-baiknya. Berkunjung di sore hari adalah waktu terbaik. Selain bisa mempersiapkan sensasi mandi bersama bintang, jangan lewatkan kesempatan menyaksikan merahnya langit ketika senja. Abadikan dan rilislah segera foto terbaik Anda ke Instagram.

Berbagi foto lewat Instagram, bisa jadi cara terbaik untuk mengirimkan pesan kesederhanaan dan kedamaian di Uluwatu. Sampai detik ini, kayaknya belum ada cara terbaik menepi dan merenungi kesederhanaan Pulau Dewata selain berkunjung ke pura ini.

Untuk menemukan kedamaian hati sambil mengucap syukur kepada ilahi, beberapa penginapan di Traveloka.com siap memanjakan Anda. Penyatuan diri dengan sang alam pun, bakal semakin mudah dengan mengakses pilihan hotel murah di Bali tersebut. Tunggu apalagi, ayo ke Uluwatu!

2 COMMENTS

Leave a Reply